Saturday, August 16, 2014

luka

Luka, kamu tidak akan pernah tahu apa itu luka sebelum kamu merasakannya.
Luka tak berwujud. 
Datang tanpa diminta. 
Menyakitimu sangat dalam. 
Tidak peduli kau mampu hidup dengannya atau sebaliknya.
Tidak pernah terlintas dibenakmu bahwa kamu akan hidup bersama luka ketika ia, yang kau cintai, bersamamu.
Yang terpikirkan hanyalah luka akan datang dari orang yang membencimu.
Dan kau merasa aman bersama orang yang kau cintai.
Padahal, orang yang kau cintailah yang berpotensi sangat besar untuk menggores luka tanpa pertanggung jawabannya.
Luka adalah ketika candaannya kau anggap serius.
Luka adalah ketika kau yakin perhatiannya hanya untukmu.
Luka adalah ketika ia memberi harapan.
Luka adalah ketika ia meninggikanmu, lalu menjatuhkanmu di waktu yang sama.
Luka adalah ketika kau beranggapan bahwa ia membalas perasaanmu, bahwa ia juga mencintaimu.
Luka adalah ketika ia hanya menganggapmu teman kesepiannya.
Luka adalah ketika kamu memberi seutuhnya hatimu, tapi ia menolaknya.
Luka adalah ketika kesedihan dan kebahagiaanmu bukan hal yang penting untuk ia pikirkan.
Luka adalah ketika usahamu diabaikan.
Luka adalah ketika ia menghancurkan kepercayaanmu.
Untuk kamu yang menggores luka,
jangan melakukan itu jika tidak dari hatimu
jangan karena dasar kasihan, apalah arti kasihan jika akan berujung luka pada dia yang kau kasihani
dan jangan sesekali kau berkata bahwa yang kau lakukan hanyalah candaan, hanya karena kau malu mengakuinya.
Seperti goresan tebal dari pensil pada kertas putih, bisa terhapus tetapi tetap berbekas,
akan selalu membekas,
susah dilupakan,
tidak mudah dimaafkan,
tidak menyimpan dendam.
Itulah luka.

No comments:

Post a Comment